Pengalaman Kuliah Kerja Nyata (KKN) Selama Sebulan Penuh

Pengalaman Kuliah Kerja Nyata (KKN) Selama Sebulan Penuh

by Katarina Albina (ARL 2015)

Kegiatan kerja nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk membantu kegiatan masyarakat di suatu daerah tertentu dalam hal kegiatan sehari-hari dalam berbagai bidang. Selain pengabdian kepada masyarakat kuliah kerja nyata (KKN) juga merupakan salah satu matakuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa semester akhir untuk selanjutnya berlanjut ke skripsi. keliah kerja nyata (KKN) sendiri mempersatukan mahaiswa dari berbagai jurusan  maupun bidang yang  berbeda dengan masing-masing ilmu dan keahlian yang dimiliki. Pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) berlangsung selama sebulan penuh yang mengharuskan kami mahasiswa harus menetap disana.

Dimulai universitas tribhuwana tungga dewi kegitana pengadakan kuliah kerja nyata (KKN) KE-32 yang dilaksanakan dari tanggal 02 agustus sampai dengan 1 september 2018, yang bersifat wajib bagi semester VI  dan semester VIII. Pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) berada di daerah malang yaitu kecamatan  pujon, kecamatan ngantag dan kecamatan malang selatan. Seluruh mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) berjumlah lebih dari 500 orang, seluruh mahasiswa dibagi menjadi 17 kelompok dengan rata-rata jumlah anggota kelompok 34-38 orang. Saya termasuk  dalam anggota kelompok 1 yang berlokasi di dusun krajan kecamatan pujon, dengan jumlah anggota kelompok berjumlah 34 orang dengan jumlah laki-laki 17 orang dan perempuan 17 orang.

Dusun krajan merupakan dusun terbesar di kecamatan pujon yang memiliki 19 RT dengan 2 RW. Dusun krajan sendiri terkenal dengan pusat pariwisata gua pinus dan taman kelincinya yang banyak menarik minat wisatawan berkunjung. Selain tempat pariwisata dusun krajan juga dikenal dari hasil susu sapi perah dan pertaniannya, dilihat dari banyaknya warga yang beternak sapi perah dan juga banyaknya kebun warganya.

Banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapat selama kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) yang tidak akan pernah saya dapat ditempat lain dengan waktu yang sama, pengalaman pertama yang saya dapat ketika saya digabung dengan prodi yang berbeda digabungkan dalam satu kelompok, perbedaan itu yang membuat kami lebih akrab, dari awal pertemuannya kami acuh satu sama lain ketika bertemu dan ketika kuliah kerja nyata (KKN) itu sifat acuh itu berubah menjadi rasa persaudaraan yang erat.

Selama kuliah kerja nyata (KKN) berlangsung kami bukanlah mahassiwa Arsitektur lanskap, akuntansi, manajeman, agroteknologi, peternakan, agribisnis, teknik sipil, teknologi industri pertanian atau pun keperawatan selama kuliah kerja nyata (KKN) kami adalah kelompok 1. Dari semua perbedaan yang ada dari awal hingga akhir kelompok kami selalu kompak dalam hal apapun. Kegiatan kami dimulai dari jam 05:00-23:00 setiap harinya. Pagi hari jam 05:00-06:00 dan jam 15:30-17:00 kami pergi ke rumah produksi, jam 07:00-12:00 tim pengajar pergi ke sekolah-sekolah, jam 13:00-15:00 pengerjaan proker dan khusus untuk tim pengajar jam 13:00-15:00, jam 18:00-19:00 difokuskan untuk kegiatan les anak-anak (tadika mesra) dan jam 19:30-23:00 dilanjutkan dengan evaluasi malam dan membahas proker yang akan dilanjutkan esok harinya.

Minggu pertama, kelompok kami suvey ke sekolah-sekolah, rumah produksi, TPQ dan lahan pertanian warga dan juga kami berkunjung ke rumah-rumah warga untuk bersosialisasi agar lebih akrab dengan warga diminggu pertama, sabutan warga disana juga sangat ramah. Sehari setelah kelompok kami survey hari ke 2 kami disana kami sudah mulai proker seperti mengajar disekolah, tadika mesra, mambantu dibidang pertanian dan membantu dirumah produksi, rutinitas itu kami kerjakan setiap hari pagi dan sore hari. Khusus untuk rumah produksi kami membantu membersihkan kandang sapi, member pakan, memerah susu sapi dan mengantar susu sapi ke koperasi SAE. Saya dibagian pendidikan sedangkan saya jurusan arsitektur lanskap itu merupakan pengalaman pertama kalinya saya mengajar di sekolah, bertatap muda dengan anak-anak yang sangat menggemaskan secara langsung, mereka sangat baik dan ramah pada kami, dimanapun mereka bertemu kami mereka langsung menangkap tangan kami dan langsung mencium tangan kami.

Minggu kedua, semua aktivitas yang berkaitan dengan pembuatan proker dan membantu mengajar disekolah SD Negeri 03, SD Negeri 04 dan Taman Kanak-kanak Pandesari mulai berjalan, dimulai dari jam 07:00-12:00 tim pengajar, untuk taman kanak-kanak sendiri hanya sampai jam 10:00. Rutintas rumah produksi mulai evektif. Kelompok kami mulai mengrjakan proker, kami membantu sekolah-sekolah untuk mempersiapkan acara 17 agustus seperti pembuatan taman, membuat aksesoris atau ornament dan menghias ruagan kelas seindah mungkin sekaligus bertujuan untuk membantu akreditasi sekolah.

Minggu ketiga, rutinitas membantu mengajar, pembagian tempat sampah ke sekolah-sekolah, membantu rumah produksi, kegiatan tadika mesra, pemasangan marka jalan dan persiapan untuk kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada tanggal 25 agustus 2018, saya sendiri bertugas sebagai pemateri diacara sosialisasi itu, persiapan acara dimulai dari tanggal 20 sampai dengan hari H dengan persiapan yang sangat singkat kami memulai persiapan dimulai dari penentuan tema, mengkonsep kegiatan sosialisasi, pemesanan snack, pembutan bener, pembuatan surat-surat untuk sekolah-sekolah maupun untuk kantor desa, pembersihan ruangan balai desa untuk acara dan mempersiapkan materi, tema yang kami ambil adalah “dampak dari anak yang adiksi terhadap gadget”.

Pada tanggal 23 agustus 2018 karena saya ditugaskan sebagai pemateri saya pergi ke warnet untuk mencari materi di internet ditemani teman saya. Keesokan harinya ditanggal 24 agustus 2018 hari jumat pagi hari saya melakukan rutinutas piket masak dimulai dari jam 05:30-11:00 saya memasak dan membagikan makan untuk teman-teman hingga mereka selesai makan dan dapur sudah beres saya mulai belajar untuk mempersiapkan materi, perasaan duk dekan belum muncul pada hari itu, perasaan saya masih santai dan tidak cemas saya berpikir semua baik-baik saja, semua akan berjalan dengan lancar. Hari yang kami nanti-nanti pun tiba tepat pada tanggal 25 agustus 2018 acara sosialisasi dimulai, perasaan saya ketika itu campur aduk, dek dekan, cemas bercampur jadi satu, paranoit pun muncul, pikiran saya hanya satu kala itu saya takut acara tidak sesuai dengan konsep yang sudah direncanakan. Sesampainya saya dibalai desa semua yang ada dibenak tentang kecemasan saya hilang ketika melihat antusias dari teman-teman dan masyakat yang hadir. Acara pun dimulai dan semua undangan hadir pada acara itu, tiba saatnya dimana saya menyampaikan materi.

Acara kami berjalan dengan lancer sesuai dengan yang kami rencanakan. Perasaan kami sedikit lega dengan selesainya acara sosialisasi ini.

Minggu keempat, kegiatan mengajar dan lain-lain tetap kami laksanakan sekaligus diminggu ini kami dimulai sibuk dengan mempersiapkan acara karnaval dan perpisahan, mulai dari aksesoris karnaval, untuk perpisahannya kami mulai survey harga makan dan pembuatan panitia kecil. Acara karnaval dilaksanakan pada tanggal 29 agustus 2018 dan kegiatan perpisahan tanggal 31 agustus 2018.  Pada acara karnaval ini kami diberikan konsep zaman “NOW” oleh kepala desanya, dengan konsep itu kami terinspirasi untuk mengangkat konsep budaya digabungkan dengan kemajuan teknologi di zaman sekarang seperti pembuatan aksesoris karton berbentuk handphone, gadget, maupun fitur atau aplikasi yang ada didalamnya, dan kain tenun adat sebagai unsur budayanya.

Setelah kedua kegiatan itu selesai semua kegiatan pun mulai berhenti dari kegiatan seperti berternak, mengajar, tadika mesra dan lain-lain. Sebulan penuh kegiatan KKN telah kami lalui dan waktu yang ditetapkan dari kampus pun akan segera berakhir. Kesedihan pun mulai melanda kami maupun warga di dusun Krajan, dusun Krajan sudah menjadi kampung halaman kami yang suatu saat akan kami kunjungi. Keramahan, kekeluargaan, gotong royong, ramah tamah akan selalu menjadi memori yang selalu kami rindukan dan tidak akan pernah kami lupakan.

Terimakasih untuk dusun Krajan, telah memberikan kami banyak pengalaman yang sanggat berharga untuk kelompok kami, pengalaman yang tidak akan pernah kami dapat dimanapun, pengalaman hidup yang telah kami dapat didusun Krajan akan menjadi bekal untuk kami kedepan dalam hal bersosialisasi masyarakat maupun dunia kerja nantinya.

(KA-2018)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *