Repository Skripsi Prodi AL Unitri

Repository Skripsi Prodi AL Unitri

KAJIAN LANSKAP KAWASAN PESISIR WANOKAKA DI DESA
WEIHURA KOTA WAIKABUBAK, NUSA TENGGARA TIMUR

timotius tuangu talu

ABSTRAK
Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki potensi wisata yang
sangat melimpah. Salah satu komoditi pariwisata di Indonesia adalah wisata
pesisir (coastal turism). Pantai Wanokaka yang berlokasi di Desa Waihura
Kecamatan Wanokaka Kabupaten Sumba Barat memiliki potensi wisata yang
tinggi yakni visual lanskap yang khas, objek dan atraksi budaya masyarakat lokal
yang merupakan atraksi terbesar dan populer dalam budaya sumba yakni atraksi
budaya Pasola (lempar lembing) dan Nyale (panen cacing laut). Dari penjabaran
diatas maka perlu adanya kajian agar pengembangan wisata tidak bertolak belakan
dengan budaya yang ada. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
atau mengkaji lanskap pesisir pantai Wanokaka serta mengetahui potensi dan
kendala yang ada di Pesisir Wanokaka yang dapat dikembangkan sebagai obyek
wisata. Pendekatan penelitian ini yakni deskriptif kualitatif dilakukan dengan cara
mengamati secara langsung dan wawancara untuk mengetahui keadaan lanskap
pantai maupun aktivitas masyarakat di sekitar pesisir wanokaka. Dari hasil
penelitian dapat di simpulankan berupa kesimpulan atau melarsirkan kembali
secara tertulis mengenai kondisi lanskap dan kehidupan masyarakat terlebih
khusus dibidang sosial dan budaya. Untuk hasil penelitiannya menujukan pantai
Wanokaka memiliki potensi lanskap yang sangat baik yang harus dikembangkan
seperti keaslian alam dengan view serta atraksi wisata budaya yang dapat
menambah daya tarik wisatawan. Ritual ini diekspresikan dalam bentuk ritual
Pasola (lempar lembing) dan Nyale (panen cacing laut) yang diadakan setiap
tahun. dibalik potensi yang sangat kuat dan khas pantai wanokaka terdapat
kendala yang harus diatasi seperti aksebilitas, keterjangkauan listrik, air,
telekomunikasi serta kurangnya partisipasi masyarakat dan perhatian pemerintah
dalam mengembangkan potensi yang ada.

Kata Kunci: Kawasan Pesisir, Pantai Wanokaka, Potensi Wisata.

download skripsi full text

========================================================

EVALUASI TAMAN RENUNGAN BUNG KARNO SEBAGAI TAMAN
BERSEJARAH KOTA ENDE

Edmundus Bato, Riyanto Djoko, SP., MP, Balqis Nailufar, SP., M.Si
Program Studi Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, Universitas Tribhuwana
Tunggadewi Malang
edmundbato307@gmail.com

ABSTRAK
Taman kota merupakan sala satu Ruang Terbuka Hijau secara umum taman
kota dibuat hanya sekedar untuk keindahan dan fungsi sosial bagi kota, namun
taman kota juga dapat digunakan sebagai fungsi yang spesifik, yaitu sebagai taman
bersejarah sesuai dengansejarah yang pernah terjadi melihat dari kriteria taman
bersejarah, Taman Renungan Bung karno masih belum sesuai dengan krtiteria
sebagai taman bersejarah. untuk itu penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi
dan menganalisis (value) nilai Taman Renungan Bung Karno sebagai taman
bersejarah dan dievaluasi Evaluasi dilakukan dengan melihat kriteria dari taman
bersejarah dan didasarkam pada presepsi masyarakat terhadap taman Renungan Bung
Karno dengan menggunakan kuisoner, untuk analsis menggunakan analisis deskriptif
kemudian di evaluasi menggunakan Metode KPI ( Key Perfomance Index). Dari
hasil evaluasi kemudia akan dibuat rekomendasi sesuai kriteria sebagai taman
bersejarah. Berdasarkan hasil inventarisasi dan evaluasi berdasarkan kriteria dar
taman bersejarah dapat menyimpulkan bahwa Taman Renungan Bung Karno belum
sesuai dengan kriteria sebagai taman bersejarah
Kata kunci: Taman Bersejarah, Taman Renungan Bung Karno, Kriteria
Taman Bersejarah, Evaluasi, Rekomendasi

download skripsi full text

========================================================

KAJIAN LANSKAP BUDAYA SUKU BOTI DI KABUPATEN TIMOR
TENGAH SELATAN-NTT
Wardy Nubatonis, Irawan Setyabudi, Amir Hamzah

1 Mahasiswa PS. Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, Universitas Tribhuwana
Tunggadewi
2 Dosen PS. Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, Universitas Tribhuwana
Tunggadewi
Nubatoniswardy@gmail.com

ABSTRAK
Budaya dan Lanskap Indonesia saat ini adalah gabungan dari berbagai interaksi
warisan alam, budaya, dan sejarah yang sangat beragam. Pembentuk keragaman ini
tidak hanya dari akal budaya lokal atau nasional, tetapi juga dari dinamisnya instruksi
beragam etnis pendatang dari berbagai negara yang membawa trend budayanya masing-
masing. Tujuannya adalah Mengidentifikasi kondisi fisik budaya suku Boti dalam
kaitanya dengan arsitektur dan Lanskapnya dan Menyusun upaya kajian lanskap budaya
suku Boti di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah Metode Kualitatif dan Kuantitatif dimana tujuan dari metode ini
adalah pemahaman secara mendalam terhadap suatu permasalahan yang sedang dikaji.
Dengan demikian hasil perhitungan geometrik gabungan data responden cukup
konsisten. Untuk lebih jelasnya nilai rasio inkonsistensi dapat di lihat pada hasil Expert
choice V11 Lampiran 3. Berdasarkan hasil pengolahan data responden ahli diperoleh
bahwa prioritas utama atau tertinggi alternatif rekomendasi pengembangan lanskap suku
boti adalah preservasi dengan nilai bobot 0,538 atau sebanding dengan 53,8% dari total
alternatif yang ditetapkan. Kemudian peringkat prioritas terendah adalah konservasi
dengan nilai bobot 0,462 atau sebanding dengan 46,2%. Berdasarkan hasil penelitian
dapat disimpulkan bahwa: Karakteristik Fisik lanskap suku boti meliputi keadaan
.arsitektur rumah adat, tata guna kawasan adat,tempat ibadah, tata guna lahan, dan
fasilitas Karakteristik Ekologi lanskap suku Boti terdiri dari jenis vegetasi yang
umumnya : kapas, mengkudu, lontar, pohon angsana, pohon pinang, pohon kelapa,
tarum dan kemiri. Sedangkan jenis satwa berupa: burung tekukur, kuskus, kelelawar,
ayam hutan, monyet, sapi, kambing, dan babi hutan. Karakteristik budaya lanskap suku
boti tediri dari jumlah penduduk Desa suku boti kecamatan kabupaten timor tengah
selatan- NTT dan Rekomendasi pengembangan wisata pada kawasan suku boti adalah
preservasi.

Kata kunci : Lanskap, Budaya, Suku Boti

download skripsi full text

========================================================

STUDI EVALUASI TAMAN KOTA SEBAGAI TAMAN KOTA
LAYAK ANAK (STUDI KASUS : TAMAN SINGHA
MERJOSARI, MALANG)

MELANIA ASBINA KURNIATI TAE
NIM. 2012320013

Taman kota merupakan area terbuka yang mampu mengakomodasi
kebutuhan aktivitas sosial bagi masyarakat. Fungsi lain dari taman kota, di
antaranya, sebagai area ekologis dan estetika perkotaan, termasuk pemafaatan
lainnya dapat dijadikan untuk fungsi taman kota layak anak. Malang sebagai
salah satu kota besar di Indonesia memiliki berbagai taman kota yang
dimanfaatkan oleh publik sebagai area sosial. Salah satu taman tersebut adalah
Taman Singha Merjosari Kota Malang. Namun, bentuk-bentuk pemanfaatan untuk
taman kota layak anak masih belum fungsional. Berdasarkan potensi dan
permasalahan tersebut, perlu dilakukan studi untuk mengevaluasi fungsi taman
pada desain taman kota dengan mendeskripsikan dan menganalisis karakteristik
dan konsep desain dari taman kota, mengkonfirmasi pendapat responden dan
memverifikasi perilaku pengunjung taman kota, serta menyusun rekomendasi
taman kota berdasarkan hasil evaluasi. Penelitian dilakukan di Taman Singha
Merjosari ( TSM), Kota Malang dengan tahapan pengumpulan data pada agustus
2017. Analisis deskriptif dilakukan untuk menentukan karakteristik pengunjung
TSM berdasarkan data kuesioner. Evaluasi merupakan tahapan selanjutnya yang
dilakukan dengan metode penentuan nilai Key performance index ( KPI) dari
kondisi aktual taman berdasarkan kriteria desain yang disusun dari para ahli
taman kota layak anak. Hasil evaluasi TSM terhadap fungsi taman kota layak
anak menghasilkan nilai KPI untuk komponen fisik sebesar 0.77, komponen
ruang-ruang taman sebesar 0.75, komponen kualitas taman sebesar 0.75,
komponen elemen taman sebesar 0.76, dan komponen aktivitas pengguna sebesar
0.77. Nilai total KPI dari seluruh komponen dihasilkan sebesar 0.77 dengan skala
nilai 0-1. Hasil konfirmasi aktivitas pengunjung dan persepsinya terhadap taman
kota layak anak menyatakan adanya pengaruh terhadap kota layak anak.
Rekomendasi diberikan berdasarkan hasil rekapitulasi nilai KPI tiap komponen
dengan hasil konfirmasi pendapat responden dan verifikasi perilaku pengunjung.
Kata kunci: Key performance index, rekomendasi, taman kota, taman kota layak
anak

download skripsi full text

========================================================

REDESAIN KAWASAN
WISATA REKREASI DI PANTAI CEPI WATU KABUPATEN
MANGGARAI TIMUR, NTT.

Klementinus Lodofikus Lomes. 2014320027.

Pembimbing Utama: Irawan Setyabudi, ST.,
MT. Pembimbing Pendamping: Balqis Nailufar. SP., MSi.

ABSTRAK
Saat ini pengembangan obyek wisata di Indonesia semakin meningkat baik
wisata alam, budaya, maupun kuliner. Semakin maraknya wisata saat ini
mengakibatkan pemerintah daerah dan masyarakat setempat berupaya keras dalam
pemanfaatan sumber potensi wisata. Perancangan kawasan wisata rekreasi sangat
penting karena pada dasarnya merupakan sebagai upaya mengembangkan dan
memanfaatkan potensi untuk menambah daya tarik wisatawan baik lokal maupun
asing. Pantai Cepi Watu merupakan salah satu potensi wisata yang ada di
Manggarai Timur yang banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun asing
dengan tunjuan rekreasi. Namun saat ini pantai Cepi Watu tidak ditata dan
dikelolah secara optimal dikarenakan di pantai ini ada beberapa fasilitas umum
yang telah rusak dan tidak terdapat penjual sofenir maupun makanan yang dapat
memenuhi kebutuhan pengunjung dan ekonomi masyarakat maupun daerah
setempat. Berdasarkan penjabaran diatas maka penelitian ini bertujuan untuk
mengkajian potensi serta kendala dalam meredesain kawasan wisata rekreasi
Pantai Cepi Watu untuk memfasilitasi kegiatan para pengunjung. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode desain menurut Simmonds (2006)
yang dimodifikasikan. Redesain Kawasan Wisata Rekreasi Pantai Cepi Watu
merupakan perancangan yang menghadirkan rancangan kawasan wisata yang baru
berdasarkan potensi yang ada dalam maupun luar kawasan baik dari konsep
zonasi, material, pola sirkulasi maupun fasilitas. Dari konsep zonasi
menggunakan kosep perkampungan tradisional manggarai yang terdiri dari natas,
compang dan mbaru gendang. Untuk material pada redesain ini menggunakan
material yang sudah adah dengan tujuan untuk meminimalisirkan biaya material.
Pada pola sirkulasi mengikuti motif kain songke yakni motif renggong dan motif
wela kaweng. Sedangkan bentuk bangunan atau fasilitas seperti rumah makan,
gazebo dan tempat penyewaan mengikuti bentuk dari rumah adat manggarai.

Kata kunci: Obyek Wisata, Wisata Pantai Cepi Watu, Redesain.

download skripsi full text

========================================================

catatan : data repository prodi AL ini akan terus berkembang, hal terkait hak cipta siapa saja boleh menjadikan referensi tetapi mengutip sumbernya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *