Malang– Himpunan Mahasiswa Arsitektur Lanskap, Program Studi Arsitektur Lanskap, Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang menggelar Studi Ekskursi (SE) 2025 dengan destinasi Bandung dan Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung sejak 10-13 Februari 2025 ini, bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa dalam bidang akademik, non-akademik, serta dunia kerja yang berkaitan dengan implementasi Arsitektur Lanskap, khususnya dalam jenjang pendidikan Magister Arsitektur Lanskap.
Setibanya di Kota Bandung, para peserta Studi Ekskursi 2025 disambut oleh Dr. Eng. Mochammad Donny Koerniawan, S.T., M.T. selaku Ketua Program Studi Magister Arsitektur Lanskap ITB, Dr. Firmansyah, S.T., M.T, IALI selaku Ketua IALI Jawa Barat, serta Medria Shekar Rani, S.T., M.T, Ph.D yang menjabat sebagai Research and Development IALI Jabar. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Labtex IX B, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB, Kampus Ganesha ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berdiskusi langsung dengan para pakar mengenai berbagai aspek arsitektur lanskap, mulai dari perencanaan hingga implementasi konsep berkelanjutan dalam pengelolaan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan.
Mahasiswa mendapatkan pemaparan terkait berbagai proyek dan penelitian dalam bidang arsitektur lanskap, arsitektur, desain perkotaan, planologi, serta perencanaan wilayah kota. Beberapa proyek unggulan yang dipresentasikan antara lain Nature-Based Solution Design Thinking Workshop dengan studi kasus Pulau Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Joint Studio Revive Citarum River, serta Joint Workshop Sundanese Heritage Landscape Cultural Wisdom for Sustainable Futures yang berkolaborasi dengan Universitas Teknologi Malaysia (UTM).
Kepala Program Studi Arsitektur Lanskap UNITRI, Rizki Alfian, S.Sarl., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan strategis bagi mahasiswa terkait peran arsitek lanskap dalam dunia kerja. Selanjutnya, Dr. Eng. Mochammad Donny Koerniawan, S.T., M.T., juga menambahkan pentingnya kompetensi profesi arsitektur lanskap yang didukung oleh FPALI agar lulusan memiliki daya saing tinggi dalam bidang perencanaan dan desain lanskap di kawasan perkotaan maupun sub-urban.
Dalam sesi diskusi mahasiswa dijelaskan tentang optimalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Indonesia, dengan fokus pada kondisi di Pulau Jawa. Para mahasiswa dan narasumber mendiskusikan berbagai strategi pemanfaatan lahan tersisa untuk memperluas RTH, termasuk melalui sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Selain itu, pemanfaatan teknologi dalam perencanaan lanskap turut menjadi sorotan, terutama dalam penerapan Indeks Hijau Biru Indonesia sebagai alat ukur keberlanjutan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan. Diskusi ini memberikan wawasan baru bagi mahasiswa dalam memahami tantangan dan peluang pengelolaan lanskap berkelanjutan guna mendukung pembangunan kota yang lebih ramah lingkungan.
Setelah sesi akademik, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Hutan Kota Babakan Siliwangi dan Kawah Putih, Kabupaten Bandung. Hutan Kota Babakan Siliwangi menjadi contoh nyata ruang hijau perkotaan yang berfungsi sebagai paru-paru kota sekaligus ekowisata. Lanskapnya yang didominasi hutan hujan tropis serta jalur canopy walk memberikan pengalaman unik dalam memahami konsep konservasi perkotaan. Sementara itu, Kawah Putih Sugihmukti, dengan lanskap vulkaniknya yang eksotis, memberikan wawasan mengenai ekosistem khas dan adaptasi vegetasi pegunungan seperti Cantigi (Vaccinium varingiaefolium Miq) dan Edelweis (Anaphalis javanica).
Dengan diikuti oleh 35 mahasiswa, Studi Ekskursi 2025 Program Studi Arsitektur Lanskap UNITRI menjadi momen penting dalam memperkaya wawasan akademik dan profesional mereka. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang peran dan implementasi keilmuan arsitektur lanskap dalam dunia kerja serta kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, diskusi dan kunjungan ke berbagai institusi memberikan peluang bagi mahasiswa untuk menjalin relasi dengan para ahli dan praktisi di bidangnya. Kegiatan ini juga membuka kemungkinan kerja sama lebih lanjut antara UNITRI dengan institusi akademik serta organisasi profesi di bidang Arsitektur Lanskap, yang dapat mendukung pengembangan keilmuan dan peningkatan kompetensi mahasiswa di masa depan. (HUMAS)




